Tag: Hijrah

  • Kutemukan Rumah Ketiga lewat Akademi Hijrah

    Kutemukan Rumah Ketiga lewat Akademi Hijrah

    [Bismillahirrahmanirrahim]
    Rumah ketiga ❤

    Hijrah mungkin satu fase yang terlalu indah untuk kunikmati sendiri,
    satu langkah yang terlalu agung untuk hanya kusandarkan pada diri yang lemah ini, juga terlalu rapuh jika tanpa ilmu.
    Mungkin karena itu ALLAH menghadiahkan “rumah” untukku berlindung, untukku belajar, dan untukku kembali.

    Flashback:
    Sekitar 15 bulan yang lalu, aku diajak untuk ikut kajian oleh dua senior yang baik hati, karena datang terlalu awal, kami menunggu sambil bercengkrama, salah satu kakak malah melakukan hal yang membuatku sedikit penasaran.
    “ngapain kak?”  
    “hafalin nama surah dek”.
    “Hmm… interesting, 114 nama surah”.
    Percakapan berlanjut dan mengarah pada satu muara, kisah tentang sebuah “rumah”.

    ⌛️Setahun sebelumnya, ada kakak cantik yang jadi salah satu rekan hijrahku yg bercerita tentang “rumah itu” juga. Rumah tempat dia berhijrah. Belajar menjadi pribadi yang mandiri, belajar bertumbuh, menjadi kokoh dan memulai langkah serta aksi untuk berdayaguna. Hingga akhirnya menjadi gardu kebaikan untuk insan-insan di sekitarnya.

    Dan …. tepat 12 bulan yang lalu aku pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu, kuberi nama “Rumah Ketiga”. Rumah pertama a/ rumahku di Makassar, Rumah kedua adalah kontrakanku di jakarta, dan sejak 12 bulan yang lalu,
    Rumah ketigaku adalah sekotak bagunan putih itu, dengan desain arsitektur yang tak kumengerti maknanya, tapi melihatnya begitu menenangkan hati, karena disanalah keluarga baru hadir untukku. 

    Salah satu hadiah terbaikNya untuk membersamai langkah pastiku dalam hijrah, istiqamah, dan tentunya menuju taqwa.

    “Rumah” untuk bersujud padaNya, “Rumah untuk belajar segala hal tentangNya”, “Rumah” lengkap dengan keluarga baru (saudara, Ustad, ayah, umi, teteh, akang,kakak, adik, abang, ray), lengkap dgn rutinitas dan aktivitas baru (kelas, kalam, mabit, syuro, silaturrahim, diklatsar), sempurna dengan teman baru (teman shalat, teman curhat, teman pulang, teman makan, teman syuro’, teman ngobrol, dst.), dan masih banyak lagi.

    “Rumah ketiga” yang kurindukan setiap pekannya hingga hari ini. Alhamdulillah sudah genap setahun. Alhamdulillah semakin banyak sahabat yang mau bergabung menjadi bagian dari “rumah ketiga”. Keluarga kami menjadi bertambah besar. Keluarga yang berisi insan perindu syurga, jiwa pendamba ridhoNya, dan hati-hati yang tulus mencintaNya.
    Maka, bagaimana bisa? Bagaimana bisa, aku tak jatuh? Jatuh Cinta pada Rumah Ketiga itu.

    Koleksi Pribadi : Sahabat RST Panitia Pin 371
     

    Seperti yang kukatakan, hijrah terlalu indah untuk dinikmati sendiri, itulah sebabnya aku mengajak mereka, mereka yang tersayang, mereka yang tergugah, yang ingin berubah, yang ingin lebih meresapi mencicipi cintaNya. Bukankah adalah sebuah kebahagiaan jika kita bersama orang terkasih memasuki “Rumah” yang mungkin akan senantiasa jadi saksi setiap RidhoNya, setiap cintaNya, setiap nikmatNya, setiap hidayahNya, yang kian deras turun menghujani, menghujani “rumah ketiga”.

    7 Oktober 2015
    Dariku,

    Teteh Matahari (Begitu mereka memanggilku),
    yang senantiasa merindu dan jatuh cinta pada Rumah Ketiga dan segenap isinya.

    Kutemukan Rumah Ketiga lewat akademi hijrah

    Mari bergabung dan bersua di dalamnya, membangun dan melengkapkan keluarga yang semoga diizinkanNya mampu bersama-sama memasuki JannahNya ❤❤❤

    Aamiin Yaa Rabbana …

    anasyamsi

  • Aku Tak Mau Sendiri

    Aku Tak Mau Sendiri

    fb_img_1474981885089“Teteh…. itu tasnya kebuka”

    Aku menoleh, ketika itu juga sosok muslimah menghampiriku. “Sini, biar aku ajh yang tutup.”
    (Seraya menutup resleting tas ranselku dari belakang)

    “Makasih teh…” ucapku lalu tersenyum, kemudian pergi meninggalkan masjid itu

    Peristiwa singkat, tapi sangat membekas. Orang pertama yang membuat kebimbanganku musnah. Orang pertama yang membuatku merasa tidak sendirian.

    Ya… dia adalah salah satu panitia Androhid 361.

    Sejak daftar program ini, aku sendiri. Saat pretest tak ada wajah yg ku kenal, sama sekali asing. Tapi tekad kuat In Syaa Allah selalu dimudahkan. Hampir aku tak melangkah menuju pintu yg selama ini kucari. Dialah pintu hidayah.

     

    Hingga pada akhirnya hidayah itu membawa perubahan. Perubahan tidak hanya dri sisi keimanan, tapi juga karakter diri. Syukurku telah dianugrahkan indahnya jiwa yang tenang, nikmatnya iman, dan damainya memiliki sahabat fisabilillah…

    Lantas.. berhentikah aku disini?
    Tidak, aku tak mau menikmati ini semua sendiri. Jiwa ini terpanggil untuk mengajak saudara-saudaraku diluar sana yang mungkin sama denganku yang dulu. Aku terpanggil untuk menjadi ‘dia’ diantara mereka yang membuang keraguanku diawal.

    Setelah hampir 2 tahun, Senang, sedih, lelah, bahagia, ‘jatuh’, bahkan sampai bangkit kembali berhasil membunuh waktu dengan penuh kenangan.

    Setiap perjuangan butuh pengorbanan, butuh kesabaran, itu semua merupakan tempaan untuk menjadikan diri semakin tangguh.

    Aku pernah merasa sangat down. Benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan. Bisa dibilang aku tidak punya pengalaman dalam tugas yang diamanahkan. Sering merasa diri ini tidak sanggup, sering diri ini merasa tidak mampu, merasa diri ini kerdil tidak bisa melakukan apa-apa.

    Beberapa bulan yang lalu adalah puncak dari kegalauan, bahkan makhluk yg bernama menyerah sudah menari-nari di depan mata. Namun Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Dia menganugerahkan sahabat-sahabat luar biasa, selalu mengingatkan kebaikan, memberi suntikan semangat. Mungkin karena saya ekstrovert jadi sedikit banyak terpengaruh. Tapi tidak bisa dipungkiri dorongan dari diri sendiri merupakan faktur signifikan yang mampu membuatku bertahan sampai detik ini yaitu kekuatan yang berasal dari sang khaliq.

     

    Ustadz pernah menyampaikan, aku tidak ingat kata-kata tepatnya. Intinya, dalam dakwah harus terbiasa jika ditinggalkan sahabat seperjuangan, memang berat, tapi begitulah, sudah sunnatullah. Percaya Allah akan memberikan pengganti dari yang pergi. Percaya Allah akan menolong orang-orang yang berusaha menolong agama Allah.

    “…. Sesungguhnya pertolongan Allah itu Dekat”

    Walaupun harus berulang lagi masa-masa berat itu, namun berharap Allah masih menetapkan hati ini untuk tetap kuat.

    Semoga…

    Karena ketika engkau menolong seseorang sesungguhnya engkau sedang menolong dirimu sendiri.

     

    PW

    08 Muharram 1438H