Author: admin

  • Penjelasan Fenomena Laut Dalam dalam Al-Quran

    Penjelasan Fenomena Laut Dalam dalam Al-Quran

    Dalam Surah An-Nur, Al-Quran secara luar biasa menggambarkan fenomena laut dalam yang baru bisa dipahami manusia setelah penemuan kapal selam dan kemajuan ilmu oseanografi modern. Ayat tersebut menyebutkan tentang “gelapnya lautan yang dalam seperti lapisan-lapisan gelombang,” yang secara harfiah menggambarkan gelombang internal di bawah permukaan laut—fenomena yang tak terlihat oleh manusia selama lebih dari 1.300 tahun.

    Penjelasan Fenomena Laut Dalam dalam Al-Quran:

    • Al-Quran menggambarkan “gelombang di atas gelombang” yang kemudian dipahami sebagai gelombang internal laut yang bergerak melalui lapisan air dengan densitas berbeda.
    • Ada lapisan gelombang di permukaan, diikuti oleh lapisan awan, dan kemudian “gelapnya gelap” di kedalaman laut, yang menunjukkan adanya kegelapan berlapis.
    • Kegelapan ini muncul karena pada kedalaman sekitar 200 meter, sinar matahari mulai hilang dan pada kedalaman 1.000 meter ke bawah, kondisi menjadi benar-benar gelap gulita.
    image host

    Penemuan Ilmiah Modern yang Mengonfirmasi Deskripsi Al-Quran:

    • Penemuan gelombang internal laut baru terjadi pada abad ke-20, jauh setelah masa Nabi Muhammad SAW.
    • Ilmu oseanografi modern mengkonfirmasi adanya lapisan-lapisan air dengan densitas berbeda yang menghasilkan gelombang internal sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran.
    • Kegelapan berlapis di laut dalam juga sesuai dengan penjelasan ilmiah yang ditemukan berabad-abad kemudian.

    Keajaiban dan Inspirasi dari Keselarasan Ilmiah dan Wahyu:

    • Penulis menekankan bahwa sosok yang menyampaikan ayat tersebut bukanlah seorang pelaut atau ilmuwan, melainkan seorang nabi di gurun yang hidup 1.400 tahun yang lalu.
    • Pengetahuan ini bukan puisi, tebakan, atau kebetulan, melainkan pengetahuan yang hanya dapat diperoleh ketika manusia mengembangkan teknologi yang mampu menjelajah kedalaman laut.
    • Keselarasan ini menunjukkan kedalaman dan keaslian wahyu Al-Quran yang mengandung ilmu pengetahuan yang baru dapat dibuktikan dengan perkembangan teknologi dan ilmu modern.

    Tabel Kronologis Penemuan dan Wahyu

    Tahun Peristiwa/Temuan
    Abad ke-7 Masehi Nabi Muhammad SAW menyampaikan ayat tentang laut dalam dan gelombang lapis.
    Abad ke-20 Penemuan gelombang internal dan lapisan densitas air di laut dalam oleh ilmuwan oseanografi.
    ± 50 tahun terakhir Pemahaman ilmiah tentang asal-usul gunung berkembang dalam ilmu geologi modern.

    Intisari Utama:

    • Ayat Quran Surah An-Nur secara akurat menggambarkan fenomena gelombang internal dan kegelapan bertingkat di laut dalam.
    • Fenomena tersebut hanya bisa dipahami sepenuhnya dengan teknologi modern, seperti kapal selam dan penelitian oseanografi abad ke-20.
    • Keselarasan wahyu dan ilmu pengetahuan menunjukkan kedalaman dan keautentikan Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan yang inspiratif.
    • Pengetahuan ini mengilhami rasa kagum dan memperkuat kepercayaan terhadap wahyu sebagai petunjuk yang melampaui zaman.

    Kata Kunci:

    •  

    Kesimpulan Inspiratif:

    Dalam zaman yang serba cepat berubah dan penuh kemajuan teknologi, keterkaitan antara wahyu Al-Quran dan penemuan ilmiah modern mengajarkan kita untuk terus membuka mata dan pikiran terhadap keajaiban pengetahuan yang telah diberikan sejak berabad-abad lalu. Kisah ini menginspirasi kita untuk menghargai ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat keimanan, mengingat bahwa ada sumber pengetahuan yang melampaui batas waktu dan ruang.

     

  • Engkau Berada Diatas Akhlak Agung

    Engkau Berada Diatas Akhlak Agung

     

    Disebutkan dalam hadis yang panjang tentang kisah Sa’ad bin Hisyam bin Amir ketika datang ke Madinah dan mengunjungi Aisyah Radhiyallahu ‘Anha untuk menanyakan beberapa masalah. Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata,

    فَقُلْتُ : يَا أُمَّ المُؤْمِنِينَ! أَنبِبِينِي عَن خُلُقٍ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ قالت : أَلَستَ تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قُلتُ : بَلَى . قَالَت : فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرْآنَ . قَالَ : فَهَمَمْتُ أَن أَقُومَ وَلَا أَسْأَلَ أَحَدًا عَن شَيْءٍ حَتَّىأَمُوتَ … الخ رواه مسلم (746)

    “Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahulah aku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam!” Aisyah bertanya, ‘Bukankah engkau membaca Al-Qur’an?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah AlQur’an.” Kemudian aku hendak berdiri dan tidak bertanya kepada siapapun tentang apapun hingga aku mati…” (HR. Muslim, No. 746).

    Dalam riwayat lain disebutkan:

    : يَا أُمَّ المُؤْمِنِينَ حَدِّثِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَتْ : يَا بُنَيَّ أَمَا تَقْرَأُ القُرْآنَ؟ قَالَ اللَّهُ : ( وَ إِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ) خُلُقُ مُحَمَّدٍالقرآن أخرجها أبو يعلى (8/275) بإسناد صحيح   

    Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritakanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Aisyah berkata, “Wahai anakku, tidakkah engkau membaca Al-Qur’an? Allah berfirman, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Akhlak Muhammad adalah Al-Qur’an.” (HR. Abu Ya’la, 8/275 dengan Isnad yang shahih).

     

  • Kutemukan Rumah Ketiga lewat Akademi Hijrah

    Kutemukan Rumah Ketiga lewat Akademi Hijrah

    [Bismillahirrahmanirrahim]
    Rumah ketiga ❤

    Hijrah mungkin satu fase yang terlalu indah untuk kunikmati sendiri,
    satu langkah yang terlalu agung untuk hanya kusandarkan pada diri yang lemah ini, juga terlalu rapuh jika tanpa ilmu.
    Mungkin karena itu ALLAH menghadiahkan “rumah” untukku berlindung, untukku belajar, dan untukku kembali.

    Flashback:
    Sekitar 15 bulan yang lalu, aku diajak untuk ikut kajian oleh dua senior yang baik hati, karena datang terlalu awal, kami menunggu sambil bercengkrama, salah satu kakak malah melakukan hal yang membuatku sedikit penasaran.
    “ngapain kak?”  
    “hafalin nama surah dek”.
    “Hmm… interesting, 114 nama surah”.
    Percakapan berlanjut dan mengarah pada satu muara, kisah tentang sebuah “rumah”.

    ⌛️Setahun sebelumnya, ada kakak cantik yang jadi salah satu rekan hijrahku yg bercerita tentang “rumah itu” juga. Rumah tempat dia berhijrah. Belajar menjadi pribadi yang mandiri, belajar bertumbuh, menjadi kokoh dan memulai langkah serta aksi untuk berdayaguna. Hingga akhirnya menjadi gardu kebaikan untuk insan-insan di sekitarnya.

    Dan …. tepat 12 bulan yang lalu aku pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu, kuberi nama “Rumah Ketiga”. Rumah pertama a/ rumahku di Makassar, Rumah kedua adalah kontrakanku di jakarta, dan sejak 12 bulan yang lalu,
    Rumah ketigaku adalah sekotak bagunan putih itu, dengan desain arsitektur yang tak kumengerti maknanya, tapi melihatnya begitu menenangkan hati, karena disanalah keluarga baru hadir untukku. 

    Salah satu hadiah terbaikNya untuk membersamai langkah pastiku dalam hijrah, istiqamah, dan tentunya menuju taqwa.

    “Rumah” untuk bersujud padaNya, “Rumah untuk belajar segala hal tentangNya”, “Rumah” lengkap dengan keluarga baru (saudara, Ustad, ayah, umi, teteh, akang,kakak, adik, abang, ray), lengkap dgn rutinitas dan aktivitas baru (kelas, kalam, mabit, syuro, silaturrahim, diklatsar), sempurna dengan teman baru (teman shalat, teman curhat, teman pulang, teman makan, teman syuro’, teman ngobrol, dst.), dan masih banyak lagi.

    “Rumah ketiga” yang kurindukan setiap pekannya hingga hari ini. Alhamdulillah sudah genap setahun. Alhamdulillah semakin banyak sahabat yang mau bergabung menjadi bagian dari “rumah ketiga”. Keluarga kami menjadi bertambah besar. Keluarga yang berisi insan perindu syurga, jiwa pendamba ridhoNya, dan hati-hati yang tulus mencintaNya.
    Maka, bagaimana bisa? Bagaimana bisa, aku tak jatuh? Jatuh Cinta pada Rumah Ketiga itu.

    Koleksi Pribadi : Sahabat RST Panitia Pin 371
     

    Seperti yang kukatakan, hijrah terlalu indah untuk dinikmati sendiri, itulah sebabnya aku mengajak mereka, mereka yang tersayang, mereka yang tergugah, yang ingin berubah, yang ingin lebih meresapi mencicipi cintaNya. Bukankah adalah sebuah kebahagiaan jika kita bersama orang terkasih memasuki “Rumah” yang mungkin akan senantiasa jadi saksi setiap RidhoNya, setiap cintaNya, setiap nikmatNya, setiap hidayahNya, yang kian deras turun menghujani, menghujani “rumah ketiga”.

    7 Oktober 2015
    Dariku,

    Teteh Matahari (Begitu mereka memanggilku),
    yang senantiasa merindu dan jatuh cinta pada Rumah Ketiga dan segenap isinya.

    Kutemukan Rumah Ketiga lewat akademi hijrah

    Mari bergabung dan bersua di dalamnya, membangun dan melengkapkan keluarga yang semoga diizinkanNya mampu bersama-sama memasuki JannahNya ❤❤❤

    Aamiin Yaa Rabbana …

    anasyamsi

  • Tertarik Akademi Hijrah Mentari Hati

    Tertarik Akademi Hijrah Mentari Hati

    Apa sih Akademi Hijrah Mentari Hati? Jadi, ini merupakan salah satu program dari yang pernah dikerjasamakan dengan Yayasan Daarut Tauhiidnya Aa Gym di Jakarta. Basecampnya berada di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta Jl. Cipaku berapa gitu, lengkapnya bisa googling aja yah.

    awalnya saya ikut kajian Aa Gym di Istiqlal pada hari Minggu entah tanggal dan bulan apa, pada saat itu ada relawan Aa Gym yang membagikan selebaran brosur umrah, dll. Salah satu brosurnya yaitu ada Akademi Hijrah Mentari Hati ini.

    Saya tertarik awalnya karena melihat di Pendidikan ini nantinya ada outbond, dan juga ada pembelajaran rutin yang dilakukan selama 1 tahun, jadi sayapun langsung menghubungi kontak pendaftaran yang ada di brosur via whatsapp.

    Singkat cerita langsung setelah mendaftar kira2 sebulan berikutnya baru ada Pekan Orientasi ini, Pekan orientasi ini dibagi jadi 2 kegiatan, pekan pertama dilakukan di Masjid Daarut Tauhid Jl Cipaku Jaksel, dan pekan kedua dilakukan di Camping Ground Cidahu Sukabumi.

    Di Orientasi pertama yang berlokasi di aula masjid Daarut Tauhid jl. Cipaku Kebayoran Jakarta Selatan, isi acara disini yaitu penjelasan tentang visi misi Akademi Hijrah Mentari Hati, apa itu, apa tujuannya kedepannya dan semua tentang Relawan Daarut Tauhid dan yang berhubungan tentang itu. Acaranya diisi oleh para senior dari angkatan sebelumnya dan terakhir isi acara di isi oleh Ustad Hari Sanusi yang biasa di panggil Ustad Hasan. Ustad Hari Sanusi ini merupakan Pengasuh Akademi Hijrah Mentari Hati.

    Nah setelah orientasi pengenalan di pekan pertama tadi, selanjutnya di pekan berikutnya Orientasinya diadakan di Camping ground Cidahu Sukabumi. Orientasi kedua ini jadi acaranya dua hari 1 malam, berangkat Jumat malam, sampe di Sukabumi Subuh, terus acaranya kayak camping dan di isi acara banyak dan menarik, yang intinya bisa membina keakraban silaturahmi antar peserta.

    Ringkas cerita seperti itulah pekan orientasi waktu mengikuti Akademi Hijrah, selanjutnya setelah Orientasi, kegiatannya adalah kajian setiap minggu. Alhamdulillah sekarang saya sudah menjalani kurang lebih 2 bulan ikut kajian ini.

    Menurut saya kegiatan ini cocok sekali untuk anak-anak muda, tua juga gak papa sih, ada juga koq yang ikut. Buat kalian yang merasa ingin mencari teman hijrah, daripada sendiri susah dan berat untuk hijrah. Dengan mengikuti ini, saya merasakan sendiri, bisa berkenalan dengan teman-teman yang ternyata senasib dengan saya, maksudnya senasib ya itu sama-sama ingin memperbaiki diri, sama-sama dulunya bangor. Sedikit-demi sedikit ilmu yang didapat dari sini bisa memperbaiki diri, dan mudah-mudahan kedepannya bisa terus istiqomah. aamiin

    Buat teman-teman yang mau ikutan dan tertarik dengan Akademi Hijrah ini, yang merasa hidupnya lagi galau dan bosan, yang punya niat untuk hijrah, yang penasaran aja, atau cuman mau sekedar kumpul dengan anak-anak muda yang ingin hijrah dan cuman mau liat-liat saja bisa datang langsung aja ke Masjid Daarut Tauhiid Cipaku dekat pasar santa, ada banyak kajian-kajian yang berlangsung di Masjid ini tiap harinya, dan jadwal Lengkapnya terupate kajian apa saja itu bisa dilihat di website resmi di www.akademihijrah.com

    Mungkin itu aja sepintas tentang pengalaman saya ikut Akademi Hijrah Mentari Hati, kedepannya mungkin saya juga akan nulis lagi tentang ini. Semoga bermanfaat. Denny, Akademi Hijrah Mentari Hati 381. Wassalam..

  • Aku Tak Mau Sendiri

    Aku Tak Mau Sendiri

    fb_img_1474981885089“Teteh…. itu tasnya kebuka”

    Aku menoleh, ketika itu juga sosok muslimah menghampiriku. “Sini, biar aku ajh yang tutup.”
    (Seraya menutup resleting tas ranselku dari belakang)

    “Makasih teh…” ucapku lalu tersenyum, kemudian pergi meninggalkan masjid itu

    Peristiwa singkat, tapi sangat membekas. Orang pertama yang membuat kebimbanganku musnah. Orang pertama yang membuatku merasa tidak sendirian.

    Ya… dia adalah salah satu panitia Androhid 361.

    Sejak daftar program ini, aku sendiri. Saat pretest tak ada wajah yg ku kenal, sama sekali asing. Tapi tekad kuat In Syaa Allah selalu dimudahkan. Hampir aku tak melangkah menuju pintu yg selama ini kucari. Dialah pintu hidayah.

     

    Hingga pada akhirnya hidayah itu membawa perubahan. Perubahan tidak hanya dri sisi keimanan, tapi juga karakter diri. Syukurku telah dianugrahkan indahnya jiwa yang tenang, nikmatnya iman, dan damainya memiliki sahabat fisabilillah…

    Lantas.. berhentikah aku disini?
    Tidak, aku tak mau menikmati ini semua sendiri. Jiwa ini terpanggil untuk mengajak saudara-saudaraku diluar sana yang mungkin sama denganku yang dulu. Aku terpanggil untuk menjadi ‘dia’ diantara mereka yang membuang keraguanku diawal.

    Setelah hampir 2 tahun, Senang, sedih, lelah, bahagia, ‘jatuh’, bahkan sampai bangkit kembali berhasil membunuh waktu dengan penuh kenangan.

    Setiap perjuangan butuh pengorbanan, butuh kesabaran, itu semua merupakan tempaan untuk menjadikan diri semakin tangguh.

    Aku pernah merasa sangat down. Benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan. Bisa dibilang aku tidak punya pengalaman dalam tugas yang diamanahkan. Sering merasa diri ini tidak sanggup, sering diri ini merasa tidak mampu, merasa diri ini kerdil tidak bisa melakukan apa-apa.

    Beberapa bulan yang lalu adalah puncak dari kegalauan, bahkan makhluk yg bernama menyerah sudah menari-nari di depan mata. Namun Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Dia menganugerahkan sahabat-sahabat luar biasa, selalu mengingatkan kebaikan, memberi suntikan semangat. Mungkin karena saya ekstrovert jadi sedikit banyak terpengaruh. Tapi tidak bisa dipungkiri dorongan dari diri sendiri merupakan faktur signifikan yang mampu membuatku bertahan sampai detik ini yaitu kekuatan yang berasal dari sang khaliq.

     

    Ustadz pernah menyampaikan, aku tidak ingat kata-kata tepatnya. Intinya, dalam dakwah harus terbiasa jika ditinggalkan sahabat seperjuangan, memang berat, tapi begitulah, sudah sunnatullah. Percaya Allah akan memberikan pengganti dari yang pergi. Percaya Allah akan menolong orang-orang yang berusaha menolong agama Allah.

    “…. Sesungguhnya pertolongan Allah itu Dekat”

    Walaupun harus berulang lagi masa-masa berat itu, namun berharap Allah masih menetapkan hati ini untuk tetap kuat.

    Semoga…

    Karena ketika engkau menolong seseorang sesungguhnya engkau sedang menolong dirimu sendiri.

     

    PW

    08 Muharram 1438H

  • Rumah Mentari Hati

    Rumah Mentari Hati

    Masjid DT jakarta

    Pada suatu malam di bawah teduhnya langit yang enggan menampakan pesona malamnya.

    “Pak e, biasa mie goreng 1 ya.. dibungku.”

    Sambil menunggu pesanan aku duduk dibangku samping gerobak penjual nasi goreng yang biasa mangkal di depan masjid . Sungguh menakjubkan pemandangan dihadapanku, masjid dengan ornamen yang menurutku indah sekali, ditambah hiasan cahaya lampu yang semakin membuat elok tampilannya. Semakin kupandang semakin melayang pikiranku pada hari itu, hari dimana pertama kali aku menginjakkan kaki di masjid ini. Hari dimana menjadi awal perubahan bagi diriku. Tempat dimana aku menemukan jawaban dari doa-doa. Itulah hari dimana aku mengikuti pretest program pendidikan karakter.

    Masjid inilah yang dipilihkan Allah menjadi takdir hidupku, bukan di tempat lain, bukan di tempat yang kukenal, bukan pula di tempat usulan orang tuaku. Bukan didekat tempat tinggalku, tak juga di tempat orang-orang terdekatku. Tapi Allah melangkahkan kaki ini ke sini, ke masjid ini, ke lingkungan yang sungguh masih sangat asing bagiku.

     

    Dengan siapa aku kesana? teman? tidak, saat itu aku sendirian. Sendiri melangkah dengan tekad, aku ingin mengenal Tuhan dan Rasulku. Sungguh Allah maha baik, tak ada yang tak mungkin bagiNya saat kita bersungguh-sungguh.

    Skenario Allah yang begitu indah dituliskan dalam garis kehidupanku. Disinilah Aku menemukan cahaya, ketenangan, kekuatan dan cinta. Guru yang senantiasa memberikan ilmu dan nasihat, sahabat yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan. Ah.. bukankah ini adalah anugerah yang sangat indah.

    Tidak ada setiap sudut di tempat ini yang tidak memberikan kesan. Tempat ini sudah seperti Rumah bagiku, jika bagi salah satu sahabat masjid ini adalah rumah ketiga, bagiku ini adalah rumah kedua,”Rumah Mentari Hati”. Tempat menghabiskan akhir pekan dan tempat dimana aku menemukan mentari yang selama ini redup. Banyak kenangan disini, tangis, canda, tawa, mumet, ribet, lelah, termasuk pertentangan, namun semua itu terbalut dalam ikatan ukhuwah.

    Sempat terbesit dalam kekhawatiranku, bagaimana jika suatu hari, Allah memilihkan takdir lain untukku yang mengharuskan meninggalkan tempat ini, Sahabat, dan seluruh cinta yang ada didalamnya.

    Tak terasa air mata ini menetes. Ah.. apa yang kupikirkan.

    ***

    “Neng.. nih mie gorengnya “(si abang nasi goreng membuyarkan lamunanku)

    bergumam dalam hati, ah si abang, ngerusak moment ajh, lagi melow2 gini dikagetin, gagal melow deh  heee…

    #latepos
    20 Februari 2016

    @pipitwiguna

  • Kelas Perubahan

    Kelas Perubahan

    [Bismillahirrahmanirrahim]
    Hijrah! Hijrah merupakan salah satu tema yang tak pernah habis untuk diperbincangkan. Layaknya cinta, hijrah pun memiliki tempat tersendiri di ruang hati para insan pemuja kebaikan dan perindu syurga. Sudahkah kakimu melangkah untuk memulai hijrah?

    Renungkanlah sahabat,

    Seringkali rasa malas kadung menahan kaki untuk melangkah. Meski ingin, tetap saja ‘nanti’ menjadi pilihan untuk bergerak. Padahal manusia tak pernah tahu sampai batas mana ‘nanti’ yang Allah izinkan untuk dirinya. Dan saat waktu itu tiba, manusia tak punya kuasa untuk sekedar berharap dapat menyelesaikan semua agenda yang dia tunda.


    Dan ingatlah,

    ~Tiada kesetiaan tanpa kesetiaan~
    .
    Bukankah ALLAH yang senantiasa berada di sisimu bahkan di saat paling terpurukmu?
    Bukankah ALLAH yang senantiasa cinta pada taubat atas maksiatmu?
    Bukankah ALLAH yang senantiasa memaafkan meski berulang kali engkau mengkhianatiNya?
    Bukankah ALLAH yang tak pernah pergi meski begitu sering engkau berpaling?
    .
    Maka tak ada lagi yang paling berhak untuk menjadi alasan terbesarmu melangkah menuju cahaya selain mengharap Cinta dan Ridho, Sang Maha Setia, Sang Maha Cinta.

     

    “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya di dalam diri-Ku. Dan apaila ia mengingat-Ku (menyebut nama-Ku) dalam suatu perkumpulan manusia, maka Aku akan menyebut namanya di dalam suatu perkumpulan yang lebih baik dari perkumpulannya (baca: perkumpulan malaikat). Apabila ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya se-hasta, dan apabila ia mendekat kepada-Ku se-hasta maka Aku akan mendekat kepadanya se-depa. Dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari-lari kecil.” (HR. Bukhari, Ahmad, Tirmidzi).

    Hai Abdillah, Ayo melangkah !!!
    Move Up !!!

    *

    Hijrah adalah setapak yang dikaruniakanNya bagi setiap jiwa yang menginginkannya. Tak ada kata terlambat untuk belajar, tak ada kata terlambat untuk berubah. Tak ada kata terlambat untuk Berhijrah. Maka, tunggu apa lagi?


    Bergeraklah sahabat, berhijrah, Move Up, karena waktumu-waktuku, tak ada yang tahu dimana dan kapan akhirnya. Jika sendiri membuat langkahmu tertatih, berjalanlah, bergabunglah bersama kami dalam jamaah merangkai istiqamah bersama dalam juang menujuNya. Dalam Akademi Hijrah

    APA ITU AKADEMI HIJRAH???

    Akademi Hijrah adalah pintu gerbang untuk dapat masuk ke kelas Pengembangan Karakter yang diberi nama kelas Mentari Hati.

    Pada kelas Mentari Hati, tiap peserta akan dibimbing untuk berkembang dengan standar proses Tumbuh, Kokoh, Mandiri, dan Berdaya Guna.

    Mentari Hati sendiri dibuat untuk membentuk pribadi-pribadi yang mampu “… menjadi ahli dzikir, fikir, dan ikhtiar, serta mampu menjadi stabilitator, integrator dan motivator di masyarakat luas…”

    Kelas Mentari Hati dilaksanakan dengan kurikulum 1 Tahun yang dibagi menjadi 4 triwulan. Di setiap triwulan akan diadakan Evaluasi untuk memastikan pencapaian peserta.

    Tujuannya adalah untuk membentuk pribadi-pribadi tangguh, generasi rabbani yang bisa menjadi sumber, pengalir, dan pelaku kebaikan dimanapun ia berada. Sehingga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin bisa tersalurkan secara menyeluruh.

    Selain kelas Mentari Hati, peserta juga secara otomatis tergabung ke dalam jajaran Relawan Sahabat Tauhiid.

    12246634_778018235654416_2173434156520293568_n

    Relawan Sahabat Tauhiid, peserta Akademi Hijrah bisa memilih peran dan amal kebaikan sesuai minat dan bakat. Saat ini terdapat 15 Kalam (Komunitas Ladang Amal) yang dapat diikuti.

    1. Akademi Hijrah Mentari Hati
    2. IQI (infaq Qur’an Indonesia)
    3. PEKA (Peduli Kita Bahagia Mereka)
    4. Hijabisy (Cantik Sesuai Syar’i)
    5. Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit Tauhiid)
    6. TasQut (Tuntas Qur’an dan Terjemahan)
    7. Haqqu (Hafalan Qur’an – Al-Qur’ankan Dirimu)
    8. TEN (Tahajud Every Night)
    9. Tekad (Tim Khidmat Tauhiid)
    10. Sehati Bertauhiid (Ayo Nikah Indah)
    11. Dzikrul Maut (Pelayanan Jenazah)
    12. Kam Nubuwwah (Khilafah ala Minhaj Nubuwwah)
    13. Husna Production
    14. STF (Santri Tafaqquh Fiddin), dan
    15. FYD (Festival Yatim & Dhuafa)

    Berhijrah menuju kebaikan dan bermanfaat mulai dari Sekarang !

    Temukan info lengkapnya di sini

    Baca FAQ nya di sini FAQ Akademi Hijrah

    ***

    Ada begitu banyak rumah kebaikan dan kelas perubahan, maka tentukanlah yang terbaik untuk pribadi sendiri. Sekarang juga! Taat tanpa nanti.

     

    Salam Hangat,

     

    Matahari, Relawan Sahabat Tauhid
    [26 Zulhijjah 1437 H]

  • The Extraordinary Teacher

    The Extraordinary Teacher

    ismillahirrahmanirrahim

    Assalamu ‘Alaykum wr.wb. Sahabat.

    Alhamdulillah ALLAH berikan lagi kesempatan untuk menulis. Kali ini, Ana ingin bercerita tentang satu sosok yang senantiasa menginspirasi, senantiasa menjadi teladan, dan juga selalu berhasil membuat Ana malu pada diri sendiri, selalu berhasil membuat hati ini merenung, bermuhasabah dan bertanya kembali “Liat beliau dan segunung pengorbanannya sebagai abdillah, kamu? Apa yang sudah kamu korbankan di jalan ALLAH? Sudah adakah?”

    Ana bertemu dengan sosok “Extraordinary” ini, sekitar 1 tahun 8 bulan yang lalu, tahun 2014 (awal 1436 H). Beliau diperkenalkan sebagai Ustadz, sekaligus pembina dan founder suatu program pembentukan karakter yang Ana ikuti bernama AndroHid, sekarang namanya Akademi Hijrah. Juga sebagai Guru yang menginisiasi terbentuknya kelas “Mentari Hati”. Kelas spesial yang beliau rancang sendiri dengan materi-materi tentang Tauhid. Lengkap dengan tema-tema yang spesial, “Indahnya Jiwa tenang”, “Jangan takut jangan sedih”, “Akhirnya kutemukan pribadi sejati”, dan ditutup dengan “Membangun Surga hari ini”. Kelas yang berlangsung selama setahun dan dihandle langsung oleh beliau sendiri. Gratis!.

    12246634_778018235654416_2173434156520293568_n

    Beliau adalah seorang Guru yang memperkenalkan istilah “abdillah” pada kami. Abdillah sebagai satu-satunya identitas seorang manusia. Sederhananya arti abdillah adalah hamba ALLAH. Hanya itu identitas haqiqi kita, yang lain hanya aksesoris dan atribut yang akan kita tanggalkan di suatu waktu kelak, saat masa kita telah habis di dunia fana ini. Beliau jugalah yang memberitahukan bahwa, kita harus pandai membaca, Iqra! Bukan membaca dalam arti biasanya, tidak sekedar membaca rangkaian aksara, melainkan membaca yang lebih istimewa. Yaitu Membaca Diri, Membaca lingkungan dan Membaca Al-Qur’an untuk bisa menjalankan peranan kita di dunia fana ini dengan baik sesuai makanah kita masing-masing. Beliau mengajar namun tidak menggurui. Membawakan materi kelas dengan sangat baik dan menyenangkan. Senantiasa memberikan kesan dan pesan terbaik agar ilmu yang di dapat, dengan senang hati kami laksanakan, Take Action!

    Perkenalkan, beliau adalah Ustad, Guru, Abang, sekaligus Ayah bagi kami. Beliau adalah Ustad H. M Hari Sanusi (atau dikenal juga dengan sebutan Ustad Hasan).

    Temui beliau di:
    Youtube: Inspirasi Hari Ini by Ustad H. M. Hari Sanusi
    Instagram : @harisanusi
    Facebook : M Hari Sanusi
    Website : harisanusi.com

    Sejak diklatsar I, kami memberikan gelar baru pada beliau, “Ayah”. Bagaikan seorang Ayah yang begitu menyayangi anak-anaknya, Ustad hadir dalam Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) mendampingi kami. Menyaksikan kami dididik untuk menjadi seorang Abdillah yang tak hanya Baik tapi juga Kuat. Melihatnya di pagi hari setelah Solo Bivak, seolah memberikan angin segar kepada kami yang mungkin sudah mulai kelelahan. Kami tersenyum hanya dengan melihat keberadaan beliau berdiri di sisi hutan. Merasa seorang penyelamat sudah datang untuk menyelamatkan kami yang mungkin memang selama ini terlalu manja, sehingga merasa pendidikan waktu itu terasa begitu berat dan melelahkan. Tapi, di saat-saat melaksanakan Iqob (hukuman), kami mencari sosoknya lagi, tapi beliau tak lagi disana. Bagai Ayah yang sesungguhnya, beliau ingin yang terbaik untuk kami, tapi mungkin beliau pun tak tega melihat wajah-wajah memelas kami saat digembleng fisik dan karakternya.

    Kami mengagumi pribadi beliau, pengabdian, dan pengorbanan beliau untuk Dienul Islam.

    Behind the Article!!!

    Sebenarnya sudah sejak lama ingin menulis tentang beliau, sebagai bentuk terima kasih atas segala ilmu, motivasi dan semangat yang telah beliau tularkan kepada kami. Namun, selalu saja ada excuse, hingga kemarin (Ahad, 26 Syawal 1437 H) seketika tersentuh melihat postingan beliau di salah satu grup kelas. Luar biasa, weekend beliau Amazing, Masya ALLAH.

    amazing
    Sejak Sabtu Subuh (25 Syawal 1437 H), beliau sudah hadir untuk mengisi kelas Mentari Hati salah satu angkatan di Masjid Darut Tauhid Jakarta, sejak jam stengah 3 dini hari hingga menjelang Subuh. Ustad mengisi #KelasSahur  Membagikan Ilmu dengan penuh semangat. Mengajarkan tentang  Fitrah Manusia, Tadabbur Al-Qur’an, Perbedaan Fikir dan Dzikir, dan beberapa materi lainnya.

    Screenshot_1
    Setelah itu, Ba’da Subuh beliau langsung berangkat ke Bandung Ustad sebagai Pembimbing Manasik Kubro calon jemaah haji DT Jakarta . Manasik dilaksanakan dua hari berturut, Sabtu dan Ahad.

    Screenshot_3

    Tapi Ahad Siangnya, beliau tetap sempat menghadiri walimahan salah satu sahabat Relawan Sahabat Tauhid di Bandung Ustad Menghadiri walimahan Teh Dwi

    Screenshot_2
    Hingga akhirnya Sore kemarin, beberapa menit menjelang Maghrib, beliau mengirimkan pesan di grup kelas Akademi Hijrah. Ustad membagikan status lokasi beliau saat itu yang sedang menuju DT Jakarta dari Bandung untuk mengisi kelas Akademi Hijrah Mentari Hati . Ustad tiba di DT Jakarta sekitar pkl. 19.00 dan langsung mengisi materi di kelas Mentari Hati sampai sekitar pkl. 21.00 WIB. Penuh dengan kemanfaatan.

    Tidakkah beliau lelah? Di saat kebanyakan orang mengisi weekend dengan bersantai di rumah, beliau malah menjelajah di bumi cintaNya, menebar kebaikan. Semua aktivitas itu, hanyalah segelintir yang terlihat oleh mata kami, mungkin ada jauuuh lebih banyak kebaikan lagi yang beliau tebarkan, pengorbanan yang beliau persembahkan, pengabdian yang beliau berikan, hingga lelah yang dilaksanakan lillah, yang tidak kami tahu. Sebagai murid sekaligus santri beliau, kami hanya mampu mendoakan beliau. Meminta ALLAH memberikan penjagaan terbaik untuk beliau, dalam setiap langkahnya di setapak jalan dakwah yang begitu dicintai ALLAH. 🙂

    “Berbondong-bondong manusia mempelajari dunia dan jagat raya, membangun kehebatan, kegagahan dan kemewahan sampai tak ada waktu untuk mengenali diri mereka sendiri. Meninggalkan ahsani taqwim dan menjauh dari rahmat Lil ‘alamin. Keluar dari ketetapan fitrah, khatulistiwa tauhid dan sirathul mustaqim.” Salah satu tulisan Ustad Hasan belasan jam yang lalu. Semua yang disampaikan oleh menjadi semangat, inspirasi, motivasi, sindiran halus, hingga bahan renungan untuk diri kami. Terima kasih Ustad, Semoga Ustad senantiasa dijaga oleh ALLAH 🙂

    Mau ketemu dan merasakan langsung energi dan semangat positif dari beliau, mari bergabung di Akademi Hijrah. #MalahPromosi ^_^

    NB: Tulisan ini bukan untuk mengagung-agungkan seorang manusia, hanya ungkapan terima kasih berbalut syukur pada ALLAH yang masih mengaruniakan nikmat sosok-sosok inspiratif, sosok-sosok mulia di sekeliling Ana yang senantiasa menjadi pengingat Kebesaran, Kebaikan, dan Keagungan ALLAH SWT. Sahabat-sahabat yang selalu mengajak untuk kembali taat, takwa, dan senantiasa bergantung kepadaNya.

    Al-Hasan Al-Bashri berkata:
    “Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pd hari kiamat”.
    .
    “Orang mu’min dengan mu’min lainnya  bagaikan suatu bangungan  kokoh yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.”
    (HR Bukhori, Muslim, Tarmidzi dan Nasai’ dari Abu Musa Al-Asy’ari)
    .
    Imam syafi’i berkata:
    “Jika engkau punya teman – yg selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”

     

    Sudahkah kamu punya teman/sahabat/guru yang sholeh, sholehah? Semoga sudah 🙂

    Semoga senantiasa dijaga ALLAH 😀

    Cheers,

    Matahari, 27 Syawal 1437 H